Tugas Pokok dan Fungsi

BTKL-PP Palembang merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Direktur Jenderal PP dan PL. Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 267/MENKES/SK/III/2004 dan diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2349/MENKES/PER/XI/2011, tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Bidang Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit, BTKLPP Palembang mempunyai tugas melaksanakan surveilans epidemiologi, kajian dan penapisan teknologi, laboratorium rujukan, kendali mutu, kalibrasi, pendidikan dan pelatihan, pengembangan model dan teknologi tepat guna, kewaspadaan dini dan penanggulangan KLB di bidang pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan serta kesehatan matra.

Guna menyelenggarakan tugas pokok tersebut BTKLPP Palembang mempunyai fungsi:

  1. Pelaksanaan surveilans epidemiologi;
  2. Pelaksanaan analisis dampak kesehatan lingkungan (ADKL);
  3. Pelaksanaan laboratorium rujukan;
  4. Pelaksanaan pengembangan model dan teknologi tepat guna;
  5. Pelaksanaan uji kendali mutu dan kalibrasi;
  6. Pelaksanaan penilaian dan respon cepat, kewaspadaan dini dan penanggulangan KLB/wabah dan bencana;
  7. Pelaksanaan surveilans faktor risiko penyakit tidak menular;
  8. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan;
  9. Pelaksanaan kajian dan pengembangan teknologi pengendalian penyakit, kesehatan lingkungan dan kesehatan matra;
  10. Pelaksanaan ketatausahaan dan kerumahtanggaan.

Dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi ini diupayakan melalui peningkatan jejaring kerja dan kemitraan Lintas Program, Lintas Sektor, Institusi dan Swasta baik Lokal Regional, Nasional maupun Internasional.

Visi
“Pusat Unggulan Regional Faktor Risiko Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Berbasis Laboratorium”

Misi

  1. Menguji, mengkaji dan mengupayakan solusi terhadap faktor risiko lingkungan dan penyakit;
  2. Menyiapkan, menyusun, mengembangkan dan menerapkan Teknologi Tepat Guna di masyarakat;
  3. Mengembangkan Teknologi Laboratorium dan Rujukan;
  4. Melakukan advokasi dan mengembangkan komunikasi, informasi dan edukasi;
  5. Melakukan peningkatan SDM dan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan.

Kebijakan dan Strategi

  1. Mengembangkan dan memperkuat jejaring surveilans epidemiologi faktor risiko dan kewaspadaan dini dengan fokus pemantauan wilayah kerja;
  2. Meningkatkan cakupan pengendalian dampak/faktor risiko lingkungan;
  3. Meningkatkan kualitas layanan Laboratorium dengan Akreditasi Laboratorium;
  4. Mengupayakan pemenuhan kebutuhan alat, bahan, dan reagensia guna mendukung penyelenggaraan program;
  5. Meningkatkan dan memantapkan jejaring lintas program, lintas sektor masyarakat dan swasta melalui advokasi, sosialisasi dan pelatihan;
  6. Meningkatkan kemampuan SDM melalui pendidikan dan pelatihan.

Kegiatan
Kinerja dicapai melalui 3 (tiga) kegiatan utama dan 1 (satu) kegiatan penunjang yaitu:

  1. Pelaksanakan Surveilans Epidemiologi;
  2. Pelaksanaan Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan;
  3. Penyelenggaraan Laboratorium dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna;
  4. Dukungan Administrasi dan Manajemen.