Artikel

Laporan Penyelidikan Epidemiologi KLB Keracunan Makanan dI Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Beringin Desa Aromantai Kabupaten OKU Selatan Pada Tanggal 4 Januari 2016
Kamis, 12 Jan 2017 @ 08:16 wib

Berita dari media massa lokal tertanggal 05 Januari 2016, telah terjadi keracunan makanan di Kabupaten OKU Selatan dengan penderita sebanyak 5 orang (4 orang meninggal dunia dan 1 orang di rawat di RS.Baturaja). Pada tanggal 06 Januari 2016 pukul 09.00 WIB Kepala BTKL PP Kelas I Palembang memberikan mandat pada seksi Surveilans Epidemiologi untuk melakukan konfirmasi ke Kabupaten OKU Selatan untuk kebenaran berita tersebut. Pada pukul 12.30 WIB seksi Surveilans Epidemiologi melalui instalasi Pengendalian Penyakit Menular (PPM) mengkonfirmasi langsung ke kepala bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) di Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Selatan, bahwa apakah benar telah terjadi KLB keracunan makanan pada tanggal 04 januari 2016 pukul 14.00 WIB di Kecamatan Pulau Beringin Desa Aromantai dengan penderita sebanyak 5 orang dan terdapat 4 orang meninggal dunia, 1 orang di rawat di RS. Antonio Baturaja [...]

Laporan Penyelidikan KLB Keracunan Makanan dI Desa Karang Jaya RT.03 RW.03 Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih
Kamis, 12 Jan 2017 @ 08:15 wib

Pada hari senin tanggal 15 Agustus 2016 berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kota Prabumulih, telah terjadi keracunan makanan di Kelurahan Karang jaya Kecamatan Prabumulih Timur yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Prabumulih Timur, dibantu Pustu Karang Jaya. Jumlah Penderita 43 orang mengalami keluhan mual, muntah, pusing serta diare. Undangan memakan snack berupa Tekwan (ikan giling dicampur tepung sagu), bakwan, Kue ulang tahun dan air mineral. Perkiraan jumlah orang yang menghadiri hajatan ulang tahun tersebut adalah 50 orang. [...]

Hasil Penyelidikan KLB Keracunan Makanan di SDN 02 Indralaya Selatan Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir Tanggal 10-12 Desember 2016
Kamis, 12 Jan 2017 @ 08:11 wib

Dewasa ini, penyakit yang disebabkan oleh pangan masih merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kesakitan di Indonesia. Pangan merupakan jalur utama penyebaran patogen dan toksin yang diproduksi oleh mikroba patogen. Pangan juga dapat menimbulkan masalah serius jika mengandung racun akibat cemaran kimia, bahan berbahaya maupun racun alami yang terkandung dalam pangan, yang sebagian diantaranya menimbulkan KLB keracunan pangan.
Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan adalah suatu kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah mengkonsumsi pangan, dan berdasarkan analisis epidemiologi, pangan tersebut terbukti sebagai sumber penularan. KLB keracunan pangan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di perkotaan, pemukiman dan perindustrian.
Keracunan pangan secara umum disebabkan oleh bahan kimia beracun (tanaman, hewan, metabolit mikroba) kontaminasi kimia, mikroba patogen dan non bakteri (parasit, ganggang, jamur, virus, spongiform enchaphalopathies).
Untuk mengidentifikasi etiologi KLB keracunan pangan dapat dilakukan dengan memeriksa spesimen tinja, air kencing, darah atau jaringan tubuh lainnya, pemeriksaan muntahan serta pemeriksaan sumber makanan yang dimakan. Dengan memperhatikan gejala dan didukung dengan hasil pemeriksaan laboratorium ini dapat diketahui penyebab KLB keracunan pangan.
Pada hari Rabu tanggal 07 November 2016 berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Ogan Ilir, telah terjadi keracunan makanan di SDN 2 Inderalaya Kelurahan [...]

Cardiovascular Disease Risk Factors
Rabu, 06 Jan 2016 @ 13:47 wib

Cardiovascular risk factors
There are many risk factors associated with coronary heart disease and stroke. The major risk factors, tobacco use, alcohol use, high blood pressure (hypertension), high cholesterol, obesity, physical inactivity, unhealthy diets, have a high prevalence across the world.
Of particular significance in developing countries is the fact that while they are grappling with increasing rates of cardiovascular disease, they still face the scourges of poor nutrition and infectious disease. Nevertheless, with the exception of sub-Saharan Africa, cardiovascular disease is the leading cause of death in the developing world.
You will not necessarily develop cardiovascular disease if you have a risk factor. But the more risk factors you have the greater is the likelihood that you will, unless you take action to modify your risk factors and work to prevent them compromising your heart health.

Modifiable risk factors
Hypertension is the single biggest risk factor for stroke. It also plays a significant role in heart attacks. It can be prevented and successfully treated but only if you have it diagnosed and stick to your recommended management plan.
Abnormal blood lipid levels, that is high total cholesterol, high levels of triglycerides, high levels of low-density lipoprotein or [...]

Hipertensi Sahabatnya DM
Jum'at, 24 Jun 2011 @ 10:11 wib

Penyakit diabetes kronis dapat menyebabkan. Timbulnya komplikasi, salah satunya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Itulah sebabnya penyakit jantung koroner merupakan penyumbang kematian terbesar { sekitar 40% } diantara penderita pasien diabetes.

Kadar gula darah yang tinggi akan mengganggu sistem hormonal sehingga kadar hormon tertentu akan meningkat ” Akibatnya tekanan darah ikut melonjak”.

Sekitar 60 – 80 persen diabetesi menderita hipertensi, dalam jangka panjang akan menimbulkan komplikasi yang berujung pada kecacatan. Komplikasi penyakit akibat diabetes dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari lamanya penyakit, tingginya gula darah, usia, hipertensi, merokok serta protein dalam urine.
Makin tinggi kadar protein, makin besar resikonya terkena penyakit jantung.

”Berdasarkan penelitian instalasi PTM BTKL Palembang tahun 2009 di wilayah pagar alam, prabumulih dan kota palembang bahwa responden yang memiliki tekanan darah ?140/90 berpeluang untuk memiliki kadar gula yang tinggi 9,2 kali”.

Oleh karena itu terapi pengobatan diabtes ditujukan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal dan menghindari komplikasi baik yang kronis maupun akut.

Data tahun 2000, jumlah penderita DM di indonesia mencapai 8,4 juta orang dan menjadikan Indonesia menempati ranking keempat dalam jumlah penderita diabetes di dunia. Pada tahun 2030 nanti diperkirakan jumlahnya akan naik menjadi 21,3 juta orang.

Data riset kesehatan dasar { Riskesdas }2010 menunjukkan sebaran pasien diabetes di [...]